Boltara (Kemenag) – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan serta anak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektor yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (DPPKBPPPA), Senin (22/6/26) di Coconut Beach Resto, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Kantor Kementerian Agama.
Kegiatan tersebut menjadi ruang sinergi antarinstansi dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan terhadap berbagai bentuk kekerasan yang menyasar perempuan dan anak.
Kepala Seksi Bimas Islam, Hi. Abdulah Diu, mewakili Kementerian Agama, menyampaikan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan kebutuhan yang mendesak, mengingat persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak telah menjadi masalah nasional yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan dan memastikan setiap anak mendapatkan ruang yang aman untuk tumbuh dan berkembang.
“Kekerasan terhadap anak dan perempuan merupakan persoalan serius. Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan melalui berbagai upaya bersama, termasuk membangun kepedulian dan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya perlindungan terhadap anak juga sejalan dengan program Kementerian Agama, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan konsep sekolah ramah anak dan rumah ibadah ramah anak.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan mendapatkan ruang yang aman, nyaman, serta pembinaan yang dilakukan secara persuasif melalui lingkungan pendidikan dan keagamaan.
“Sekolah ramah anak dan rumah ibadah ramah anak menjadi bagian dari ikhtiar memberikan tempat yang baik bagi anak, sekaligus membangun pendekatan yang lebih dekat dan persuasif agar anak merasa terlindungi,” jelasnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli, responsif, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Boltara.
Humas