Boltara (Kemenag) — Rapat koordinasi teknis jajaran Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bersama para Kepala KUA se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam agenda tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha, Wahum Panigoro, turut mengambil bagian dengan menyampaikan sejumlah penguatan terkait tugas, tanggung jawab, serta sikap profesional yang harus dimiliki setiap pegawai dalam menjalankan amanah kedinasan.
Wahum menekankan bahwa ASN Kementerian Agama tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan secara administratif, tetapi juga harus memiliki integritas dan loyalitas terhadap institusi. Kedua nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan setiap tugas dilaksanakan secara bertanggung jawab.
“Integritas harus menjadi karakter dalam bekerja. Apa yang dikerjakan harus sesuai dengan aturan, dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kedinasan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa loyalitas kepada institusi harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam menjalankan tugas, menjaga nama baik lembaga, serta mendukung program dan kebijakan Kementerian Agama. Loyalitas, menurutnya, bukan sekadar kepatuhan, tetapi juga kesediaan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Penguatan tersebut dinilai penting mengingat KUA merupakan salah satu garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Sikap dan kinerja pegawai KUA akan turut menentukan bagaimana masyarakat melihat kualitas pelayanan institusi.
Karena itu, jajaran Bimas Islam dan KUA diharapkan mampu membangun budaya kerja yang disiplin, berintegritas, loyal, serta berorientasi pada pelayanan. Setiap pegawai diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menghindari sikap yang dapat mencederai kepercayaan publik.
Melalui rapat koordinasi teknis ini, penguatan internal diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Integritas dalam bekerja dan loyalitas terhadap institusi menjadi modal penting untuk menghadirkan layanan Kementerian Agama yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Humas